Klinikmatanusantara.com | Operasi Katarak | Operasi Lasik
beranda | peta situs | Indonesia | English

home layanan dokter cabang karir news events tanya jawab daftar testimonial tarif
Ilasik | Lasik Mata |Biaya Operasi Lasik
Dokter & Jadwal Praktek di Klinik Mata Nusantara | Dokter Mata Jakarta |Pengobatan Katarak
Operasi Lasik di Klinik Mata Nusantara |Lasik Mata | Operasi Lasik
Operasi Katarak di Klinik Mata Nusantara | Operasi Katarak | Mata Katarak
Retina
Layanan Lainnya di Klinik Mata Nusantara|Operasi Katarak | Operasi Lasik
Pameran dan Seminar di Klinik Mata Nusantara | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta

Glaukoma

Glaukoma
Apakah GLAUKOMA itu? | Faktor Resiko GLAUKOMA | Jenis-jenis GLAUKOMA & Gejalanya | Deteksi & Diagnosa GLAUKOMA | Penanganan GLAUKOMA

Apakah GLAUKOMA itu?

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. Diperkirakan 66 juta penduduk dunia sampai tahun 2010 akan menderita gangguan penglihatan karena Glaukoma. Kebutaan karena Glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada kebanyakan kasus Glaukoma dapat dikendalikan.

Glaukoma disebut sebagai 'pencuri penglihatan' karena sering berkembang tanpa gejala yang nyata. Penderita Glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Diperkirakan 50% penderita Glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut.

Karena kerusakan yang disebabkan oleh Glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan penanganan harus dilakukan sedini mungkin.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda atau hubungi KMN.

Faktor Resiko GLAUKOMA
Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat Glaukoma. Bagi Anda yang beresiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun.


Faktor resiko:

  1. Riwayat Glaukoma di dalam keluarga.
  2. Tekanan bola mata tinggi
  3. Miopia (rabun jauh)
  4. Diabetes (kencing manis)
  5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  6. Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  7. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  8. Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  9. Lebih dari 45 tahun

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda atau hubungi KMN.

JENIS - JENIS GLAUKOMA:

GLAUKOMA Sudut Terbuka Primer (Primary Open-Angle Glaucoma)
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga resiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.

Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

GLAUKOMA Sudut-Tertutup Akut ( Acute Angle-Closure Glaucoma)
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda.

GLAUKOMA Sekunder (Secondary GLAUCOMA)
Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut

Congenital GLAUCOMA (GLAUKOMA Kongenital)
Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Informasi ini hanyalah pedoman umum. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda atau hubungi KMN

Deteksi & Diagnosa GLAUKOMA
Pemeriksaan mata secara teratur dan deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan penglihatan akibat Glaukoma. Riwayat penyakit Anda akan diteliti dokter spesialis mata Anda untuk mencari faktor resiko Glaukoma. Sebuah alat khusus yang disebut Tonometer digunakan untuk mengukur tekanan pada mata.

Pemeriksaan LAPANG PANDANG
Pemeriksaan lapang penglihatan atau Perimetry bertujuan untuk melihat luasnya kerusakan syaraf mata. Selama pemeriksaan ini Anda akan diminta untuk melihat suatu titik di tengah layar dan menekan tombol ketika Anda melihat munculnya titik-titik cahaya di sekitar layar.

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta
Pasien yang sedang menjalani Perimetri

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta
Hasil Perimetri normal

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta
Hasil Perimetri penderita Glaukoma

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta
Syaraf Optik Normal

 

Glaukoma | Rumah Sakit Mata | Dokter Mata Jakarta
Syaraf Optik penderita Glaukoma

 

Foto Syaraf Optik
Foto syaraf optik yang baik dapat membantu dokter mata Anda melihat hal-hal detil pada syaraf optik Anda dan sekaligus mendokumentasikan perubahan/perkembangan pada syaraf optik Anda dari waktu ke waktu.

Informasi ini hanyalah pedoman umum. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda atau hubungi KMN

Penanganan GLAUKOMA
Meskipun belum ada cara untuk memperbaiki kerusakan penglihatan yang terjadi akibat Glaukoma, pada kebanyakan kasus Glaukoma dapat dikendalikan.

Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, tablet, tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan/menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Semakin dini deteksi Glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan.

Obat Tetes Mata
Obat tetes mata Glaukoma adalah bentuk penanganan yang paling umum dan paling awal diberikan oleh dokter mata Anda. Obat tetes mata Glaukoma harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter.

Dokter mata Anda akan merekomendasikan obat tetes mata Glaukoma yang paling sesuai untuk Anda dan memonitor kondisi mata Anda. Ada kalanya dokter mata Anda perlu mengganti jenis maupun dosis obat tetes Glaukoma sesuai dengan perkembangan kondisi mata Anda.

Laser Trabeculoplasty (LTP)
Laser Trabeculoplasty (LTP) adalah prosedur laser yang biasanya digunakan untuk menangani Glaukoma sudut-terbuka. Ada kalanya Anda tetap perlu melanjutkan penggunaan obat tetes mata Glaukoma sesudah Laser Trabeculoplasty.

Laser Trabeculoplasty dapat dilakukan di KMN tanpa perlu menginap di rumah sakit.

Operasi Filtrasi Mata (Trabeculectomy)
Bila obat-obatan atau prosedur laser tidak dapat mengendalikan tekanan pada mata Anda, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk membuat saluran baru yang akan memudahkan cairan mata keluar dari mata. Di KMN operasi ini biasanya dilakukan dengan bius lokal dan Anda tidak perlu menginap di rumah sakit.

Informasi ini hanyalah pedoman umum. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata Anda atau hubungi KMN

 


Copyright © 2014 Klinik Mata Nusantara. All Rights Reserved.